Maulid Nabi Saw Momen Persatuan Antar Mazhab-mazhab Islam

AMpMon, 02 Apr 2007 09:56:11 +000056Senin 2, 2007 at 9:56 am 6 komentar

madinah-2.gifmadinah.gifMayoritas ahli sejarah sepakat bahwa tahun maulid Nabi Saw adalah 570 Masehi, sebagaimana mereka juga sepakat kelahiran penuh berkah itu terjadi pada bulan Rabi’ul awal. Hanya saja, hari kelahiran tersebut masih diperdebatkan, yang masyhur menurut kalangan Syi’ah adalah hari Jumat tanggal 17 sedang Ahli sunah dan penulis kitab Al-Kafi, Marhum Kulaini r.a. meyakininya tanggal 12 bulan Rabi’ul awal.

Memang sebuah hal yang patut disayangkan, hari kelahiran pemimpin umat Islam bahkan hari para Imam dan pemimpin sekte-sekte Islam tidak tercatat secara pasti, ini membuat kesenangan dan kesedihan kita di hari-hari lahir atau meninggalnya para pemimpin kita dibayang-bayangi oleh ketidakpastian. Padahal bisa jadi (dan pasti demikian) ada para ulama yang telah mencatat hal itu sepanjang sejarah.

Salah seorang ulama ditanya: Bagaimana mungkin Ahli sejarah berbeda pendapat mengenai maulid Nabi Saw? Dia menjawab: menurutku, perbedaan itu seharusnya tidak terjadi, karena jika seseorang ingin mengetahui biografi seorang ulama atau tokoh besar lainnya dan dia memiliki anak keturunan yang banyak, apakah logis jika kita menanyakan perjalanan hidupnya kepada orang lain? Kapan dia lahir, kapan bepergian, kapan tidur, kapan makan, dan kapan ???

Rasulullah Saw telah pergi dari umatnya dan beliau meninggalkan anak dan famili yang begitu banyak. Saat mereka (anak-anak belia) mengatakan bahwa ayah kami lahir dan wafat pada suatu hari, apakah kita tidak mau menerima pengakuan mereka? Inilah maksud dari ungkapan Arab, “Ahlul bait adra bima fil bait”. Penghuni rumah lebih mengetahui apa yang terjadi di dalamnya ketimbang tetangga atau orang yang lain.

Marhum Al-Irbiliy dalam kitabnya Kasyful gummah mengatakan:”Polemik antara para ulama berkenaan dengan kelahiran Rasulullah Saw adalah hal yang mudah diterima, karena mereka belum mengenal beliau dan mereka adalah orang-orang ummi yang tidak mencatat tanggal kelahiran anak-anak mereka. Akan tetapi polemik berkenaan wafat beliau, mengapa? Tidakkah mereka mau mencatat hari wafat seseorang yang telah mengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliah, walaupun ada permainan politik dan kepentingan personal yang sedang berjalan. Ini hal yang mengherankan.

Namun hal yang lebih mengherankan lagi adalah polemik mereka tentang Azan dan Iqamah. Bukankah itu hal-hal yang sering mereka lakukan setiap harinya bersama Rasulullah Saw???”

Al-hasil, demi Rasulullah Saw, mari kita bangun kebersamaan dan persatuan di antara umat Islam. Mari kita jadikan pekan ini; tanggal 12 hingga 17 Rabi’ul awal  sebagai titik awal persatuan dan kebersamaan kita sebagai umat Muhammad Saw. Antara Sunah dan Syi’ah, antara NU dan Muhammadiyah.  Bangun persatuan antara mereka yang sama-sama meyakini Muhammad Al-Musthafa Saw telah lahir sebagai seorang Rasul. Antara mereka yang meyakini Allah sebagai tuhannya dan Al-Quran karim sebagai pedoman hidupnya. 

Era Al-Quran  

Entry filed under: al-Quran, Artikel, Ulumul Quran. Tags: .

Saatnya Kembali Kepada Al-Quran Mengapa Al-Quran Turun Dengan Bahasa Arab Dan Bukan Dengan Bahasa Yang Lain?

6 Komentar Add your own

  • 1. kurtubi  |  PMpFri, 18 May 2007 18:29:52 +000029Jumat 2, 2007 pukul 6:29 pm

    “Al-hasil, demi Rasulullah Saw, mari kita bangun kebersamaan dan persatuan di antara umat Islam. Mari kita jadikan pekan ini; tanggal 12 hingga 17 Rabi’ul awal sebagai titik awal persatuan dan kebersamaan kita sebagai umat Muhammad Saw. Antara Sunah dan Syi’ah, antara NU dan Muhammadiyah. ”

    setuju banget mengapa mesti bergontok2an demi sebuah kebenaran????

    Balas
  • 2. Najib  |  AMpThu, 04 Oct 2007 04:44:05 +000044Kamis 2, 2007 pukul 4:44 am

    Tidak usah di permasalahkan, yg penting kita jaga persatuan dan tetap sholat lima waktu, krn sholat ini yg disebut2 oleh nabi Muhammad pada saat akan meninggal…
    Ummati….3x As Sholah ( jaga sholat kalian ).

    Balas
    • 3. mazzipul  |  PMpFri, 17 Feb 2012 16:37:17 +000037Jumat 2, 2007 pukul 4:37 pm

      setuju kang,,yg penting ittiba ma sunnah2 rasul baik yg gd ato yg kecil

      Balas
  • 4. khodri ibrahim  |  AMpFri, 12 Dec 2008 09:49:27 +000049Jumat 2, 2007 pukul 9:49 am

    selama aqidah kita sama, kita adalah saudara.wahai saudaraku.kalian begitu berharga… : )

    Balas
    • 5. eraalquran  |  AMpMon, 23 Feb 2009 01:49:28 +000049Senin 2, 2007 pukul 1:49 am

      naam mari kita galang kekuatan dan kebersamaan untuk Islam yang terhormat di hadapan semua pihak….

      Balas
  • 6. Feby  |  PMpMon, 06 Sep 2010 16:34:54 +000034Senin 2, 2007 pukul 4:34 pm

    Bagaimana dg WAHABI yg ga mau memperingati kelahiran junjungan Nabi SAWW ?? Kt mrk tu kan bid’ah dan setiap bid’ah sesat dan kesesatan tempatnya d Neraka.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ayat Minggu Ini

Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus. (Al-Fatihah; 6) Jalan Yang lurus dalam Al-quran: 1. Jalan Allah Swt (Hud; 56) 2. Jalan para nabi (Yasin; 3-4) 3. Jalan Penghambaan (Yasin; 61) 4. Jalan Tawakal Kepada Allah (Ali Imran;101) 5. Jalan Al-Quran (Majma'ul bayan; Juz 1, halaman 58) 6. Jalan Fitrah (Tafsir Ash-Shafi; juz 1, halaman 86)

Pengunjung

  • 83,568 hits

%d blogger menyukai ini: